Laman

Jumat, 09 September 2011



















Sedikitnya, 50-an bendi akan menghiasi pawai budaya dalam rangka menyemarakkan pembukaan Pekan Budaya Sumatera Barat 2011, di Payakumbuh, Minggu (11/9). Bendi-bendi yang terlibat, akan disolek atau dihiasi seindah-indahnya. Pawai Budaya, diikuti 19 kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Payakumbuh, diwakili anak nagari Koto nan Ampek, Kecamatan Payakumbuh Barat.


Sekdako Payakumbuh H. Irwandi, SH didampingi Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Drs. Rida Ananda, menginformasikan, Rabu (7/9), rute pawai budaya yang semula direncanakan menyusuri jalan utama di pusat kota, disepakati dengan pihak provinsi, hanya mengitari ruas jalan disekitar GOR Kubu Gadang Payakumbuh.

Barisan pawai star dari dalam lapangan Kubu Gadang, selanjutnya melewati panggung kehormatan di depan Dinas Sosial Kubu Gadang Payakumbuh, terus bergerak menuju Jalan Rky. Rasuna Said menuju Simpang Labuh Basilang, kemudian berbelok ke Jalan Rambutan atau ke Labuah Sampik, dan kembali finis di dalam lapangan pacuan kuda Kubu Gadang. Pawai akan bergerak, sekitar pukul 15.00.
Anak Nagari Koto nan Ampek, seperti dilaporkan koordinator pawai Muharnis Zul, S.Pd, akan menampilkan prosesi baralek kawin kabuang batang. Tercatat 40 anak nagari Koto nan Ampek, bakal terlibat dalam pawai budaya tersebut. Sebagai gambaran, baralek kabuang batang, di hari pertama marapulai memakai saluak dan anak daro memakai suntiang. Di hari kedua, marapulai memakai jas dan anak daro memakai selayar.

Sementara itu, kabupaten dan kota lainnya, juga akan menggambarkan budaya daerah setempat, di antaranya menampilkan budaya turun mandi anak, khitanan, aqiqah, perkawinan serta budaya tradisional lainnya. “Pokoknya, iven pawai budaya tersebut, akan menggambarkan tradisi kehidupan masyarakat Minangkabau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar