Laman

Kamis, 19 Februari 2015

JADWAL KERETA API PADANG - PARIAMAN

KA SibinuangKereta Api, semenjak diaktifkan kembali, sekarang kereta api jalur Padang – Padang Pariaman – pariaman menjadi salah satu idola masyarakat. Terbukti dengan makin ramainya pengguna jasa transportasi ini.
Semenjak diaktifkan kembali, pengelolaan kereta api pun semakin membaik. Gerbong yang makin nyaman, toilet yang bersih, lengkapi dengan AC dan musik, serta berbagai pembenahan di semua stasiun.
Untuk harga tiket kereta api reguler Sibinuang jadwal keberangkatan dua kali sehari pulang pergi. Untuk keberangkatan dari Padang pada pukul 06.00 wib dan 14.00 wib. Dan keberangkatan dari Pariaman pada pukul 08.50 wib dan 16.30 wib. Harga tiket Rp 2.500.

Jadwal Kereta Api Padang Pariaman

KA Reguler, Tiket Rp 2.500
Padang-Pariaman: Pukul 06.00 wib dan 14.00 wib
Pariaman-Padang: Pukul 08.50 wib dan 16.20 wib
Hari : Setiap hari 

KA Wisata, Tiket Rp 20.000
Padang-Pariaman: pukul 08.30 wibPariaman-Padang: pukul 16.50 wib
Hari : Sabtu dan Minggu

Harga tiket kereta api yang murah ini sangat membantu bagi mahasiswa, karena cukup menghemat pengeluaran. Terutama bagi mahasiswa yang berasal dari Pariaman dan Padang Pariaman.
Tidak hanya untuk mahasiswa, bepergian wisata ke Pariaman tentu menjadi lebih murah, mudah dan nyaman bagi para wisatawan, dan tentunya akan berefek pada meningkatnya  kunjungan wisata ke Pariaman.
Di Hari Kereta Api Nasional ini, kita berharap semoga perkereta apian di Indonesia khususnya Sumatera Barat semakin membaik. Apalagi jika keindahan alam Sumatera Barat dapat dilalui jalur kereta api, tentu akan menjadi nilai wisata tersendiri

Sabtu, 07 Februari 2015

Layang-Layang Danguang

Apakah anda pernah mendengar layang layang danguang? Di daerah sumatera barat lebih tepatnya lagi daerah pariaman layang layang danguang lebih mudah anda temukan. Karena layang danguang merupakan layangan ciri khas pariaman.
Layang danguang berbeda dengan layang lainnya nya seperti layang maco, layang darek atau sejenis lainnya.. Anda tanya kenapa ?
Yap, ini jawaban yang dapat saya berikan adalah jika layangan ini di lepas kan atau di terbang kan layang ini mengeluarkan suara dengung yang indah dan keras. Mengapa ? Karna di ujung kepala layang danguang ini terdapat alat danguang yang terbuat dari rotan yang di asah sehingga jika terkena hembusan angin membuat rotan ini bergetar dan mengeluarkan danguang... Ini lah keunikan layang danguang dari layang layang lainnya.
Bentuk dari layang danguang ini juga berbeda. Layang ini tidak memiliki ekor seperti layang biasa nya... Mereka memiliki aksesoris tersendiri. Penasaran kan bagaimana indahnya layangan ini di terbang kan ? Dan gak semua orang lo bisa membuat layang layang ini, tingkat kesulitan pembuatan layang danguang ini ya pada pengasahan rotan alat dengungnya. Asahan yang kurang bagus tidak bisa menghasilkan bunyi dengung yang indah.

Selasa, 03 Februari 2015

JEMBATAN SITI NURBAYA

Begitu piawainya Marah Rusli merangkai kisah kasih yang tidak kalah menariknya dari kisah kasih Romeo and Juliet,lama kelamaan novel ini, seakan berubah ujud menjadi semacam legenda. Tidak sedikit anak anak muda bertanya tanya ,dimana letaknya kuburan Siti Nurbaya? Mereka mengira disana benar benar ada kuburan Siti Nurbaya.
Novel ini tidak hanya memaparkan latar sosial yang lebih transparan.  tetapi juga mengandung kritik yang tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang pada jaman itu berlangsung di daerah Sumatera Barat. Adat yang tak lapuak dek hujan dan tak lekang oleh panas. Novel ini agaknya merupakan karya  perdana yang  menampilkan masalah perkawinan dalam hubungan  dengan adat.
Pada tahun 1969, novel ini memperoleh hadiah penghargaan dari pemerintah Indonesia . Setelah itu bermunculanlah berbagai artikel  yang membahas novel ini , baik dalam konteks sejarah kesusastraan Indonesia modern, maupun dalam konteks persamaan hak .
Mahakarya Marah Rusli  ini bahkan pernah di terbitkan  dalam edisi bahasa Melayu,pada era tahun 60 an,di Malaysia.
Pemerintah Kota Padang,telah mengabadikan Judul novel ini dengan membangun sebuah jempatan ,yang menjadi satu satunya penghubung antara kota Padang dengan Bukit Gado Gado atau dikenal juga dengan bukit Sentiong ,yang terbelah oleh Sungai Batang Arau yang bermuara di Samudra Indonesia. Oleh karena itu kita dapat menyaksikan ratusan speed boat ,baik untuk menangkap ikan,maupun yang digunakan untuk mengangkut turis yang ingin bergabung dengan wisata diving .
Dulu sebelum jembatan ini dibangun, transportasi dari seberang ke seberang sungai dilakukan dengan perahu kecil,yang di kota Padang,dikenal dengan nama :”Sampan”.  Dengan hadirnya jembatan Siti Nurbaya ini,merangsang warga untuk membangun rumah rumah di perbukitakan, Kalau di tahun tahun 70an dulu,yang menghuni perbukitan ini adalah keluarga yang kurang mampu,kini disana sudah banyak berdiri bangunan yang cukup megah. Bahkan konon kabarnya,akan dibangun hotel bintang 5  di lokasi perbukitan ini.
Bila malam tiba,perbukitan ini menjadi terang benderang dengan lampu warna warni, yang tidak kalah pesonanya dari Hong Kong Noyoru atau Hong Kong diwaktu malam
Lokasi yang dikisahkan sebagai kuburan Siti Nurbaya ini,terletak di Gunung Padang,yang sekaligus merupakan pintu gerbang masuknya aliran sungai Batang Arau ke Samudra Indonesia.
Melalui jembatan Siti Nurbaya ini, turis turis yang ingin melihat dari dekat lokasi “kuburan” Siti Nurbaya ini ,dapat menempuh perjalanan dengan sepeda motor atau kendaraan roda empat,hingga di kaki Gunung Padang, Dari sini harus mengikuti jalan setapak yang tidak terlalu sulit untuk dilalui.
Pada sore hari,Jembatan Siti Nurbaya ini berubah fungsi menjadi sarana bersantai ria bagi muda mudi kota Padang. Disepanjang jembatan,berjejeran orang berjualan makanan dan minuman,yang harganya cukup merakyat. Untuk satu jagung bakar dengan berbagai citra rasa ,anda cukup membayar 5000 rupiah.Ada sate Padang dan pisang bakar ,serta aneka rasa minuman yang dapat anda nikmati disana.
Setiap orang yang berjualan disana sudah sangat piawai dalam menarik calon pembelinya. Mereka dengan sangat ramah menawarkan,sehingga orang tertarik untuk membeli. Anda tidak usah kuatir terkecoh disini,karena walaupun mereka orang kecil,tapi sangat menjunjung kejujuran. Ketika saya lupa mengambil uang kembalian belanja jagung, si mbak berlari lari mengejar saya untuk mengembalikan nya. Saya ikut bangga dengan prilaku orang sekampung saya.yang santun dan jujur…hmm
Pada malam hari, ketika seluruh lampu lampu dinyalakan dan memantulkan kombinasi berbagai warna ,maka air sungai Batang Arau seketika berubah menjadi sebuah cermin raksasa,yang membiaskan pesona yang amat indah. Tidak kalah dari keindahan pantai pantai di Bangkok ataupun di Malaysia.
Nah,bagi anda yang ingin menikmati keindahan ini dari dekat, kunjungilah kota Padang,melalui Minangkabau International Airport. Anda pasti tidak akan kecewa…


Minggu, 01 Februari 2015

Objek Wisata Baru, Pantai Taman Muaro Lasak di Purus Kota Padang

Kehadiran objek wisata baru Taman Muaro Lasak di Pantai Purus, Padang, tidak disertai dengan upaya menjaga kebersihan. Sampah berserakan di sepanjang pantai dari jembatan Purus yang baru di bangun hingga batu pemecah ombak sebelum Hotel Pangeran Beach.

Taman Muaro Lasak dibangun melalui Program Kota Hijau Padang. Program ini merupakan inisiasi Pemerintahan Kota yang difasilitasi oleh Pemerintah Pusat. Hingga saat ini masih dalam proses pembangunan, tapi sudah bisa dinikmati oleh pengunjung.

Namun, pepohonan yang ditanam masih kecil-kecil. Sehingga, kesan taman yang identik dengan hijau dedaunan belum terasa maksimal. Selain itu, kamar mandi juga masih dalam pengerjaan.
Bagi pengunjung yang ingin ke sini, tidak dipungut karcis, tapi parkir. Parkir untuk motor Rp3 ribu dan mobil Rp7ribu.